SUMBAR Diusulkan Jadi Daerah Istimewa, Vasco Ruseimy: Kontribusi terhadap NKRI Sangat Besar
BUKITTINGGI – Wacana pemberian status daerah istimewa kepada Provinsi Sumatera Barat kembali mengemuka. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, mengusulkan kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, agar Sumatera Barat memperoleh status sebagai daerah istimewa karena dinilai memiliki kontribusi historis yang sangat besar terhadap keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Usulan tersebut disampaikan Vasco dalam sebuah agenda di Kota Bukittinggi pada Sabtu malam (20/6/2026). Menurutnya, Sumatera Barat memiliki rekam jejak sejarah yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia, khususnya saat masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Vasco menegaskan bahwa keberadaan PDRI pada tahun 1948–1949 menjadi salah satu faktor penting yang menyelamatkan eksistensi Republik Indonesia ketika para pemimpin nasional ditangkap oleh Belanda dalam Agresi Militer II.
“Sumatera Barat memiliki kontribusi besar terhadap keberlangsungan NKRI. Pada masa PDRI, daerah ini menjadi pusat perjuangan untuk menjaga eksistensi negara serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Vasco.
Menurutnya, jasa sejarah tersebut menjadi salah satu alasan kuat mengapa Sumatera Barat layak mendapatkan pengakuan khusus dari negara melalui status daerah istimewa.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyambut positif gagasan tersebut. Ia menilai usulan tersebut layak untuk dikaji lebih lanjut mengingat besarnya peran Sumatera Barat dalam sejarah perjuangan bangsa.
“Kalau melihat kontribusi historis Sumatera Barat, terutama dalam menjaga keberlangsungan NKRI melalui PDRI, tentu usulan ini sangat pantas untuk dibahas dan dikaji secara serius,” kata Fadli Zon.
PDRI sendiri merupakan pemerintahan darurat yang dipimpin oleh tokoh nasional asal Sumatera Barat, 0, setelah Presiden 1 dan Wakil Presiden 2 ditangkap oleh Belanda pada Desember 1948. Pemerintahan darurat tersebut berkedudukan di wilayah Sumatera Barat dan menjadi simbol keberlangsungan kedaulatan Indonesia di mata dunia internasional.
Selain dikenal sebagai daerah perjuangan, Sumatera Barat juga melahirkan banyak tokoh nasional yang berperan penting dalam pembangunan bangsa, mulai dari pejuang kemerdekaan, ulama, intelektual, hingga negarawan yang berpengaruh dalam sejarah Indonesia modern.
Meski demikian, pemberian status daerah istimewa merupakan kewenangan pemerintah pusat dan memerlukan kajian mendalam dari berbagai aspek, termasuk sejarah, hukum, konstitusi, budaya, hingga dampaknya terhadap sistem pemerintahan daerah.
Wacana tersebut kini mulai menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian kalangan menilai Sumatera Barat memang memiliki landasan historis yang kuat untuk memperoleh status khusus, sementara pihak lain menilai proses kajian harus dilakukan secara objektif dan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Apabila usulan tersebut mendapat tindak lanjut dari pemerintah pusat, Sumatera Barat berpotensi menjadi daerah istimewa baru yang pengakuannya didasarkan pada kontribusi historis terhadap keberlangsungan dan penyelamatan NKRI.
