Prabowo Dorong ASEAN Percepat Diversifikasi Energi di Tengah Ketidakpastian Global

0
1778253222120

FYP NEWS — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong negara-negara ASEAN untuk mempercepat diversifikasi energi sebagai langkah strategis menghadapi meningkatnya ketidakpastian global.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sesi pleno KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Jumat (8/5/2026).
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik dunia serta gangguan berkepanjangan pada jalur-jalur utama perdagangan global yang dinilai memberikan tekanan besar terhadap ketahanan energi negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Kepala Negara, ASEAN harus mulai membangun sistem ketahanan energi yang lebih kuat, adaptif, dan berorientasi jangka panjang guna menghadapi potensi krisis energi global di masa mendatang.
“Diversifikasi energi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus dipercepat bersama,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para pemimpin negara ASEAN.
Presiden juga menekankan pentingnya kolaborasi regional dalam memperkuat transisi energi bersih dan menciptakan sistem energi yang lebih mandiri serta berkelanjutan di kawasan.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia turut memaparkan sejumlah langkah konkret yang saat ini tengah dijalankan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Program tersebut meliputi pengembangan energi alternatif dan terbarukan, pemanfaatan bioenergi, peningkatan penggunaan kendaraan listrik, hingga pembangunan proyek energi surya berskala besar dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional Indonesia dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendukung agenda transisi energi hijau yang tengah didorong secara global.

Komitmen Indonesia itu sekaligus menegaskan posisi negara sebagai salah satu motor penggerak transformasi energi di kawasan ASEAN, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi dunia.

Melalui kerja sama yang lebih erat antarnegara ASEAN, pemerintah berharap kawasan Asia Tenggara mampu membangun ketahanan energi yang lebih tangguh, stabil, dan berkelanjutan demi menjaga pertumbuhan ekonomi regional di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *