Harga LPG Nonsubsidi Naik, Gubernur Jabar Ajak Warga Manfaatkan Kayu Bakar dan Biogas
FYP NEWS – Kenaikan harga LPG nonsubsidi mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencari alternatif energi bagi masyarakat. Gubernur Dedi Mulyadi mengajak warga, khususnya di wilayah pedesaan, untuk kembali memanfaatkan sumber energi lokal seperti kayu bakar dan biogas.
Ajakan tersebut disampaikan usai peringatan Hari Ulang Tahun ke-385 Kabupaten Bandung yang digelar di Soreang, Senin (20/4/2026). Menurutnya, ketergantungan terhadap LPG perlu dikurangi, terutama di daerah yang masih memiliki ketersediaan sumber energi alternatif.
“Kami di daerah mendorong masyarakat untuk tidak bergantung sepenuhnya pada elpiji. Di perkampungan, ketersediaan kayu bakar masih melimpah dan bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Saat ini, harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram dilaporkan mencapai Rp228.000 atau naik sekitar 18,75 persen. Sementara itu, tabung ukuran 5,5 kilogram berada di kisaran Rp107.000. Kenaikan ini dinilai cukup membebani sebagian masyarakat, terutama di sektor rumah tangga dan usaha kecil.
Selain kayu bakar, Dedi Mulyadi juga mendorong pemanfaatan limbah ternak menjadi biogas. Energi alternatif ini dinilai lebih berkelanjutan karena dapat digunakan untuk kebutuhan memasak hingga sumber listrik rumah tangga, sekaligus mengurangi limbah organik di pedesaan.
Pemerintah daerah menilai diversifikasi energi menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi masyarakat. Selain mengurangi ketergantungan pada LPG, pemanfaatan sumber daya lokal juga diharapkan mampu menekan biaya hidup serta meningkatkan kemandirian energi di tingkat desa.
Kebijakan ini sekaligus membuka ruang pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas, yang dinilai relevan dengan kondisi geografis dan potensi sumber daya di Jawa Barat.
