Satelit MEASAT-3d Resmi Beroperasi, Perkuat Konektivitas Digital Asia Termasuk Indonesia dan India

0
IMG-20260622-WA0038

Kuala Lumpur – Satelit komunikasi terbaru milik Malaysia, MEASAT-3d, resmi mulai beroperasi di orbit 91,5° Bujur Timur (E), membawa harapan baru bagi peningkatan konektivitas digital di kawasan Asia, termasuk Indonesia dan India.

Satelit tercanggih dalam armada tersebut dirancang untuk memperluas akses internet berkecepatan tinggi, terutama bagi wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur jaringan.

MEASAT-3d menempati orbit geostasioner dan diproyeksikan memiliki masa operasional hingga 18 tahun. Satelit ini menjadi bagian penting dari strategi Malaysia dalam memperkuat transformasi digital nasional melalui program Jalinan Digital Negara (JENDELA).

Satelit Canggih dengan Kapasitas Tinggi

MEASAT-3d diluncurkan pada 22 Juni 2026 pukul 18.50 waktu setempat dari European Spaceport di Kourou, Guyana Prancis, menggunakan roket Ariane.

Dengan bobot sekitar 5.600 kilogram, satelit ini dibangun oleh dengan nilai investasi sekitar RM1,2 miliar.

Satelit ini menjadi satelit kedelapan dalam armada MEASAT setelah generasi sebelumnya seperti MEASAT-1, MEASAT-2, MEASAT-3, MEASAT-3A, dan MEASAT-3B.

Sebagai High Throughput Satellite (HTS), MEASAT-3d memiliki kemampuan menyediakan layanan broadband berkecepatan tinggi dengan kapasitas data yang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya.

Dukung Internet Hingga 100 Mbps

MEASAT-3d dilengkapi berbagai teknologi pita frekuensi, mulai dari C-Band, Ku-Band, hingga Ka-Band untuk mendukung layanan komunikasi, siaran televisi, dan internet berkecepatan tinggi.

Kapasitas broadband satelit ini meningkat signifikan dari sebelumnya sekitar 3 Gbps menjadi 30 Gbps.

Dengan teknologi tersebut, layanan internet yang sebelumnya berada pada kecepatan sekitar 30 Mbps dapat ditingkatkan hingga mencapai 100 Mbps, sehingga memungkinkan masyarakat mengakses layanan digital berat seperti video berkualitas tinggi, pendidikan daring, layanan kesehatan digital, hingga aplikasi industri berbasis Internet of Things (IoT).

Jangkauan Hingga Indonesia dan India

MEASAT-3d memiliki cakupan luas yang mencapai sekitar 42 persen permukaan bumi, terutama kawasan Asia dan Australia.

Selain Malaysia, layanan satelit ini juga dapat memberikan manfaat bagi negara-negara dalam cakupannya, termasuk Indonesia dan India.

Melalui pengaturan transponder yang berbeda, sinyal dapat diarahkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah sehingga membuka peluang peningkatan layanan telekomunikasi, penyiaran, dan konektivitas digital lintas negara.

Percepat Transformasi Digital

Pemerintah Malaysia menargetkan MEASAT-3d mampu membantu mempercepat pemerataan akses internet, terutama di wilayah pedalaman seperti Sabah dan Sarawak.

Satelit ini juga mendukung berbagai agenda digital nasional seperti MyDigital Blueprint dan pengembangan ekonomi berbasis teknologi.

Selain konektivitas masyarakat, MEASAT-3d diproyeksikan mendukung kebutuhan masa depan seperti Revolusi Industri 4.0, layanan telemedicine, pendidikan digital, serta pengembangan kota pintar.

Setelah peluncuran, satelit akan menjalani tahap pengujian selama sekitar 30 hari sebelum memasuki operasional penuh.

Kehadiran MEASAT-3d menjadi langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur digital Asia. Dengan kemampuan internet berkecepatan tinggi dan cakupan luas, satelit ini diharapkan membuka peluang baru bagi masyarakat, dunia usaha, dan sektor publik dalam menghadapi era ekonomi digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *