Chain Expo 2026 Resmi Dibuka di Beijing, Zona AI Perdana Jadi Magnet Utama, Apple Tampil Bersama Pemasok China

0
IMG-20260622-WA0036

BEIJING – China International Supply Chain Expo (Chain Expo) ke-4 resmi dibuka di Beijing, China, pada Senin (22/6/2026), dengan menghadirkan zona kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pertama dalam sejarah penyelenggaraannya. Pameran yang berlangsung hingga 26 Juni 2026 di China International Exhibition Center (Shunyi Hall) tersebut menjadi salah satu forum rantai pasok terbesar dunia yang mempertemukan perusahaan global, investor, pelaku industri, serta pemangku kepentingan teknologi dari berbagai negara.

Mengusung tema “Linking the World, Creating the Future”, Chain Expo 2026 menyoroti transformasi rantai pasok global melalui pemanfaatan teknologi digital, otomatisasi, dan kecerdasan buatan yang semakin menjadi tulang punggung industri modern.

Zona AI yang untuk pertama kalinya dihadirkan dalam pameran ini menjadi pusat perhatian para pengunjung dan pelaku industri. Sebelumnya dikenal sebagai area “Digital Technology Chain”, zona tersebut kini berevolusi menjadi “Smart Technology Chain”, yang menampilkan ekosistem kecerdasan buatan secara menyeluruh mulai dari pengumpulan data, komputasi cerdas, pengembangan model AI, hingga implementasi teknologi di berbagai sektor industri.

Sejumlah perusahaan teknologi terkemuka dunia turut berpartisipasi dalam zona ini, termasuk Nvidia, Intel, Qualcomm, dan Alibaba. Mereka menampilkan berbagai solusi berbasis AI yang diterapkan dalam sektor manufaktur, pertanian, kesehatan, otomotif, energi, hingga layanan publik.

Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Apple. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut kembali berpartisipasi dalam Chain Expo untuk tahun keempat secara berturut-turut dan menjadi salah satu perusahaan global yang konsisten hadir sejak penyelenggaraan perdana.

Pada tahun ini, Apple menggandeng tiga pemasok strategis asal China, yakni , , dan untuk memamerkan berbagai inovasi manufaktur berbasis kecerdasan buatan.

Teknologi yang dipamerkan mencakup sistem inspeksi visual berbasis AI, teknologi pewarnaan anoda cerdas, hingga jalur produksi presisi yang mengintegrasikan otomatisasi dan pembelajaran mesin guna meningkatkan efisiensi serta kualitas produksi.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan semakin memainkan peran penting dalam transformasi industri manufaktur global, termasuk dalam rantai pasok perangkat elektronik yang menjadi salah satu sektor paling kompetitif di dunia.

Penyelenggara menyebut Chain Expo sebagai satu-satunya pameran rantai pasok global yang secara konsisten diikuti Apple. Kehadiran perusahaan tersebut dinilai memperlihatkan pentingnya pasar China dalam strategi manufaktur dan rantai pasok global Apple, sekaligus memperkuat hubungan perusahaan dengan jaringan pemasoknya di negara tersebut.

Selain zona AI, Chain Expo 2026 juga menghadirkan enam area utama lainnya, yakni Advanced Manufacturing Chain, Green Agriculture Chain, Healthy Living Chain, Smart Vehicle Chain, Clean Energy Chain, serta Supply Chain Service Exhibition Area.

Pada zona Advanced Manufacturing Chain, puluhan perusahaan internasional menampilkan inovasi terbaru di bidang manufaktur modern dan industri penerbangan. Salah satu peserta yang kembali hadir adalah yang memperluas partisipasinya bersama sejumlah perusahaan aviasi global lainnya.

Tahun ini, sejumlah perusahaan baru juga bergabung dalam pameran, termasuk SK Group dari Korea Selatan, Skyworks, Cadence, dan berbagai perusahaan teknologi yang bergerak di bidang semikonduktor, komputasi, serta transformasi digital.

Pengamat industri menilai penyelenggaraan Chain Expo 2026 mencerminkan semakin kuatnya integrasi kecerdasan buatan ke dalam rantai pasok global. AI tidak lagi hanya dipandang sebagai teknologi pendukung, melainkan telah menjadi elemen strategis yang menentukan efisiensi, daya saing, serta ketahanan industri di masa depan.

Kehadiran zona AI pertama dalam sejarah Chain Expo menjadi bukti bahwa transformasi digital kini memasuki fase baru, di mana kecerdasan buatan menjadi penggerak utama inovasi di berbagai sektor ekonomi. Di tengah perubahan geopolitik dan tantangan rantai pasok global, kolaborasi antara perusahaan teknologi, manufaktur, dan penyedia solusi AI diyakini akan menjadi faktor penting dalam membangun sistem industri yang lebih tangguh, cerdas, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *