Kunjungan Kerja AHY di Jawa Timur Tegaskan Komitmen Revitalisasi 1.397 Madrasah dan Penguatan SDM Indonesia
SURABAYA – Kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ke Jawa Timur pada 23–24 Juni 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, akademisi, dan generasi muda. Rangkaian kegiatan di Bangkalan, Surabaya, dan Sidoarjo menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul sekaligus memperkuat pembangunan infrastruktur pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.
Di Kabupaten Bangkalan, AHY mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang berlangsung di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah dan menjadi simbol eratnya sinergi antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan peran penting Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang memiliki semangat nasionalisme, patriotisme, dan komitmen menjaga persatuan bangsa. Kehadiran AHY bersama unsur pimpinan TNI dan Polri semakin memperkuat pesan tentang pentingnya kolaborasi antara ulama dan pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional.
Selanjutnya di Surabaya, AHY memberikan kuliah umum kepada taruna dan taruni Akademi Angkatan Laut (AAL). Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia pertahanan yang mampu menghadapi tantangan geopolitik, keamanan maritim, hingga dinamika ekonomi global.
Menurut AHY, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan kekuatan maritim yang tangguh, didukung infrastruktur pelabuhan, industri galangan kapal, serta sistem logistik laut yang modern. Ia juga mendorong para taruna untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan yang memiliki wawasan strategis dan mampu membawa kepentingan Indonesia di tingkat internasional.
Rangkaian kunjungan kerja berlanjut ke Kabupaten Sidoarjo dengan meninjau pembangunan gedung baru Pondok Pesantren Al-Khoziny. Progres pembangunan telah melampaui 50 persen dan mencakup pembangunan asrama berkapasitas sekitar 850 santri, masjid yang mampu menampung 1.200 jemaah, serta ruang kelas baru yang lebih representatif.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan pasca-tragedi ambruknya bangunan pondok pesantren pada September 2025. Pemerintah memastikan proses pembangunan dilakukan dengan standar keselamatan yang lebih baik agar lingkungan belajar menjadi aman dan nyaman bagi para santri.
Dalam kesempatan tersebut, AHY menegaskan pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk merevitalisasi 1.397 madrasah di seluruh Indonesia. Program tersebut mencakup madrasah dari berbagai jenjang pendidikan dengan tingkat kerusakan yang beragam, mulai dari kategori sedang hingga berat.
Program revitalisasi madrasah diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
AHY menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, fasilitas pendidikan yang layak merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa, karena generasi emas Indonesia tidak akan lahir tanpa lingkungan belajar yang aman, berkualitas, dan mendukung pengembangan potensi peserta didik.
Melalui kunjungan kerja di Jawa Timur, pemerintah menunjukkan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan lembaga pendidikan, pesantren, perguruan tinggi, serta berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
