Widya Sari Sekretaris AWNI Jambi Desak APH Selesaikan Kasus Koperasi Fajar Pagi dengan Integritas
JAMBI — Sekretaris Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Provinsi Jambi, Widya Sari, mendesak aparat penegak hukum (APH) agar menyelesaikan kasus dugaan perampasan kebun sawit milik anggota Koperasi Fajar Pagi secara profesional, transparan, dan berintegritas.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul aksi unjuk rasa ratusan massa Koperasi Fajar Pagi di depan Polda Jambi yang menuntut kepastian hukum atas laporan dugaan penguasaan kebun kelapa sawit yang disebut telah berjalan lebih dari dua tahun tanpa penetapan tersangka.
Widya Sari menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan kepastian hukum yang nyata, bukan sekadar janji penyelesaian tanpa perkembangan konkret.
“APH harus menyelesaikan persoalan ini dengan integritas, objektif, dan berdasarkan fakta hukum yang ada. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum akibat lambannya penyelesaian perkara,” tegasnya.
Kasus tersebut menjadi sorotan publik setelah sedikitnya 240 anggota Koperasi Fajar Pagi mengaku kehilangan hak atas hasil panen kebun plasma yang mereka klaim dimiliki secara sah.
Dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Thehok, para peserta aksi meminta kepolisian segera melakukan gelar perkara, menetapkan tersangka, serta mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Pendamping hukum dari LBH Muaro Jambi menyebut laporan yang diajukan korban telah berjalan lebih dari dua tahun. Sejumlah alat bukti, termasuk dokumen jual beli kebun dan bukti administrasi lainnya, juga diklaim telah diserahkan kepada penyidik.
Sementara itu, Ketua AWNI Provinsi Jambi, Rizkan Al Mubarrok, turut menegaskan bahwa setiap sengketa wajib diselesaikan melalui jalur hukum yang sah dan tidak boleh dibiarkan menjadi konflik berkepanjangan.
Menurutnya, jika dugaan penguasaan dan pengambilan hasil kebun tanpa hak terbukti, maka persoalan tersebut harus diproses secara pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus Koperasi Fajar Pagi kini terus menjadi perhatian publik di Jambi karena dinilai mencerminkan ujian serius terhadap komitmen penegakan hukum dan perlindungan hak masyarakat kecil.
