1777451745618-1

FYP NEWS — Regenerasi petani kini menjadi isu strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Pemerintah daerah dan pusat menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda dalam dunia pertanian bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyoroti rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian sebagai tantangan serius yang harus segera diatasi.
“Anak muda harus kita dorong menjadi petani milenial. Ini profesi mulia sekaligus strategis bagi masa depan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengungkapkan berdasarkan data BPS, petani saat ini masih didominasi generasi X sebesar 42,01 persen dengan rentang usia 45–60 tahun. Kondisi ini menunjukkan urgensi regenerasi agar sektor pertanian tetap berkelanjutan di masa depan.

Dari sisi pemerintah pusat, Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa generasi muda tidak perlu ragu untuk terjun ke sektor pertanian. Dengan dukungan inovasi, teknologi, serta akses kebijakan yang lebih terbuka, pertanian dinilai mampu menjadi sektor unggulan yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Kementerian Pertanian menilai, kombinasi antara kebijakan, akses teknologi, dan penguatan sumber daya manusia akan melahirkan petani muda yang produktif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Upaya ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern berbasis teknologi dan kewirausahaan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *