Dedi Mulyadi Soroti Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Tekankan Perbaikan Kualitas Air

0
1777004044132-1


Operasi besar-besaran penangkapan ikan sapu-sapu di wilayah Jakarta menuai beragam respons. Di tengah upaya masif tersebut, Dedi Mulyadi menilai langkah itu belum tentu menjadi solusi utama dalam mengatasi persoalan ekosistem sungai.
Menurut Dedi, fokus kebijakan seharusnya tidak berhenti pada penangkapan ikan invasif, melainkan menyasar akar masalah, yakni kualitas air sungai yang terus mengalami penurunan. “Jika air sungai tidak diperbaiki, maka persoalan akan terus berulang,” ujarnya dalam pernyataan terpisah.

Data lapangan menunjukkan, dalam satu hari operasi, puluhan ribu ikan sapu-sapu berhasil diangkat dari sejumlah aliran sungai di Jakarta. Namun, angka tersebut justru memunculkan kekhawatiran baru terkait tingkat pencemaran lingkungan.
Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies yang mampu bertahan di kondisi air ekstrem. Kehadirannya dalam jumlah besar kerap menjadi indikator kuat bahwa kualitas air telah tercemar berat, sementara ikan-ikan lokal semakin sulit bertahan.

Dedi Mulyadi menegaskan, jika kualitas air sungai dipulihkan, maka ekosistem alami akan bekerja dengan sendirinya. Ikan endemik berpotensi kembali berkembang dan secara alami menekan populasi spesies invasif tersebut.
Pandangan ini sejalan dengan analisis pakar dari Universitas Indonesia yang menyebut kerusakan sungai lebih banyak dipicu oleh limbah domestik, industri, serta sedimentasi, bukan semata keberadaan ikan sapu-sapu.

Di sisi lain, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengakui bahwa pengendalian spesies invasif seperti ikan sapu-sapu memang kompleks. Hingga kini belum ditemukan predator alami yang efektif, sementara penggunaan bahan kimia berisiko merusak keseimbangan lingkungan.
Akibatnya, metode penangkapan manual masih menjadi pilihan utama. Namun para ahli mengingatkan, tanpa perbaikan sistem pengelolaan limbah dan revitalisasi sungai, upaya tersebut berpotensi menjadi solusi jangka pendek yang harus terus diulang.

Pernyataan Dedi Mulyadi membuka perspektif lebih luas: persoalan ini bukan sekadar tentang populasi ikan, melainkan cerminan dari cara manusia memperlakukan sungai sebagai sumber kehidupan. Pemulihan ekosistem dinilai menjadi kunci utama untuk solusi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *