IKAHAN Genap 15 Tahun, Wakasal Tegaskan Komitmen Perkuat Hubungan Pertahanan Indonesia-Australia
JAKARTA – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin menghadiri peringatan 15 tahun Ikatan Alumni Pertahanan Indonesia–Australia (IKAHAN) yang digelar di Jakarta, Kamis (25/6/2026). Mengusung tema “Celebrating 15 Years of Friendship”, perayaan tersebut menjadi momentum memperkuat jejaring profesional sekaligus mempererat kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Australia yang telah terjalin selama lebih dari satu dekade.
Kehadiran Wakasal mencerminkan komitmen TNI Angkatan Laut dalam memperkuat diplomasi maritim dan hubungan internasional, sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar seluruh jajaran TNI AL terus mengembangkan kerja sama strategis dengan negara-negara sahabat demi menjaga stabilitas kawasan.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari Indonesia dan Australia, di antaranya Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Rui F.G.P. Duarte, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), para pejabat pertahanan kedua negara, serta alumni berbagai program pendidikan militer Indonesia–Australia.
IKAHAN merupakan organisasi alumni pertahanan formal pertama di Indonesia yang berdiri pada Maret 2011. Selama 15 tahun, organisasi ini berkembang menjadi wadah yang mempererat hubungan antarpersonel militer kedua negara melalui berbagai kegiatan pendidikan, pelatihan, pertukaran pengalaman, serta dialog strategis.
Salah satu pendiri IKAHAN dari Australia, Jenderal (Purn.) David Hurley, menegaskan pentingnya menjaga hubungan personal antara prajurit Indonesia dan Australia sebagai fondasi utama kemitraan pertahanan yang kokoh. Pandangan tersebut diperkuat oleh Co-Chair Senior Advisory Group IKAHAN Australia, Letjen (Purn.) Rick Burr, yang menilai hubungan antarpersonel menjadi pelengkap penting bagi berbagai kerja sama resmi antarnegara.
Sementara itu, Co-Founder IKAHAN Indonesia Laksamana TNI (Purn.) Agus Suhartono menyebut organisasi ini sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kepercayaan dan persahabatan antara kedua negara. Menurutnya, hubungan yang dibangun melalui pendidikan bersama akan terus memberikan manfaat strategis bagi penguatan kerja sama pertahanan di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan bahwa hubungan Indonesia dan Australia tidak hanya dibangun melalui dokumen dan perjanjian resmi, tetapi juga melalui hubungan antarmanusia yang tumbuh dari persahabatan para prajurit, perwira, dan alumni pendidikan militer kedua negara.
Hubungan pertahanan Indonesia dan Australia sendiri telah berlangsung lebih dari 75 tahun dan terus berkembang di berbagai bidang, mulai dari pendidikan militer, latihan bersama, diplomasi maritim, penanggulangan bencana, hingga penguatan keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Saat ini IKAHAN memiliki lebih dari 5.000 anggota yang berasal dari berbagai matra dan jenjang kepemimpinan militer Indonesia maupun Australia. Jaringan tersebut menjadi modal sosial yang dinilai sangat penting dalam memperkuat komunikasi, membangun rasa saling percaya, serta mendukung terciptanya stabilitas dan perdamaian di kawasan.
Peringatan 15 tahun IKAHAN diharapkan menjadi tonggak baru dalam mempererat kemitraan strategis Indonesia dan Australia. Dengan semakin kuatnya hubungan antarpersonel pertahanan, kedua negara optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan keamanan regional sekaligus memperkuat stabilitas Indo-Pasifik melalui kerja sama yang saling menghormati dan saling menguntungkan.
