Menko AHY Luncurkan Gerakan Ayo Muliakan Sungai, Ajak Masyarakat Jaga Urat Nadi Kehidupan
BOGOR – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara resmi meluncurkan Gerakan Ayo Muliakan Sungai (AMS) sebagai gerakan nasional untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan dan penopang peradaban. Peluncuran gerakan tersebut berlangsung di kawasan bantaran Sungai Ciliwung, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (19/6/2026).
AHY menegaskan bahwa menjaga sungai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, sungai merupakan urat nadi kehidupan yang menopang kebutuhan air bersih, pertanian, energi, lingkungan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Peluncuran Gerakan Ayo Muliakan Sungai dilakukan sebagai respons terhadap kondisi kualitas sungai di Indonesia yang masih memprihatinkan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, sekitar 70,7 persen dari 1.482 titik pantau sungai di Indonesia berada dalam kondisi tercemar. Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi ketahanan air, kelestarian lingkungan, dan upaya mitigasi bencana di masa mendatang.
Indonesia sendiri memiliki lebih dari 5.500 daerah aliran sungai (DAS) yang berperan penting dalam menopang kehidupan masyarakat, mulai dari penyediaan air baku, irigasi pertanian, pembangkit energi, industri, hingga menjaga keseimbangan ekosistem.
Dalam kegiatan peluncuran, AHY bersama kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, akademisi, serta masyarakat melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang aliran Sungai Ciliwung. Sampah yang menumpuk di bantaran maupun di badan sungai dibersihkan sebagai simbol dimulainya gerakan nasional menjaga sungai dari hulu hingga hilir.
Selain aksi bersih sungai, kegiatan juga diisi dengan penebaran benih ikan endemik Ciliwung sebagai bagian dari upaya memulihkan ekosistem perairan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas habitat alami sekaligus menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati di kawasan sungai.
AHY juga meninjau rencana pembangunan green corridor atau koridor hijau di sepanjang Sungai Ciliwung. Kawasan tersebut dirancang sebagai ruang konservasi yang dipadukan dengan ruang publik ramah lingkungan, lengkap dengan jalur pejalan kaki, area olahraga, hingga kawasan rekreasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Menurut AHY, pembangunan koridor hijau tidak hanya bertujuan memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan wisata berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan sungai pada dasarnya berakar dari perilaku manusia. Oleh sebab itu, selain membangun infrastruktur, pemerintah juga mendorong perubahan pola pikir dan budaya masyarakat agar semakin peduli terhadap kelestarian sungai.
“Jika hutan adalah paru-paru dunia, maka sungai adalah urat nadinya. Jika sungai sehat, kehidupan mengalir. Ketika sungai rusak, masa depan ikut hanyut. Karena itu, mari kita jaga, rawat, dan muliakan sungai kita. Memuliakan sungai berarti memuliakan kehidupan,” tegas AHY.
Melalui Gerakan Ayo Muliakan Sungai, pemerintah berharap lahir gerakan kolaboratif yang melibatkan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha, organisasi masyarakat, tokoh agama, hingga seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai sebagai warisan penting bagi generasi mendatang.
