Surat Siswa MI untuk Prabowo Bikin Haru, Ucapan Terima Kasih Program MBG Jadi Sorotan
FYP NEWS – Momen sederhana namun menyentuh hati terjadi saat kunjungan kerja Prabowo Subianto di Nganjuk, Jawa Timur. Seorang siswa kelas V MI Darussalam Sidoarjo bernama Muhammad Marfen menjadi perhatian publik setelah surat yang ditulisnya berhasil diterima langsung oleh Presiden.
Surat tersebut berisi ungkapan tulus seorang anak yang merasakan manfaat program pemerintah secara langsung. Dalam tulisan sederhananya, Marfen menyampaikan rasa terima kasih atas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini hadir di sekolahnya.
“Terima kasih Bapak atas makan bergizi gratis. Saya senang menerimanya karena makanannya bergizi,” tulis Marfen.
Ungkapan singkat itu sontak menjadi sorotan karena dinilai merefleksikan bagaimana kebijakan pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Namun isi surat itu tidak berhenti pada ucapan terima kasih. Marfen juga menyampaikan harapan sederhana yang menyentuh banyak pihak. Ia mengaku memiliki keinginan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo dan bercita-cita bisa mengikuti upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Istana Negara.
Keinginan tersebut lahir dari pengalaman yang selama ini hanya bisa menyaksikan prosesi kenegaraan melalui layar televisi.
Kisah Muhammad Marfen pun menjadi perhatian karena menggambarkan sudut pandang polos seorang anak terhadap kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari. Bagi sebagian anak, Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan makanan di sekolah, tetapi bentuk perhatian yang mereka rasakan secara nyata.
Program MBG sendiri menjadi salah satu agenda nasional yang menyasar peserta didik mulai dari tingkat PAUD hingga SMA. Program tersebut juga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai daerah di Indonesia.
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pembentukan generasi yang lebih sehat menuju Indonesia Emas.
Kisah surat kecil dari seorang siswa sekolah dasar itu pun kini menjadi pengingat bahwa kebijakan besar terkadang memiliki makna paling kuat ketika dirasakan langsung oleh masyarakat paling sederhana.
Sumber: Antara
