TNI AD Amankan Oknum Prajurit Terkait Dugaan Narkoba di Matraman, Pastikan Proses Hukum Berjalan

FYP NEWS — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat bergerak cepat menindak dugaan keterlibatan prajurit dalam transaksi narkotika yang viral di media sosial. Seorang oknum prajurit berinisial Koptu YP telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Donny Pramono, menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan penelusuran dan penyelidikan internal setelah video tersebut beredar luas.
“Perlu kami klarifikasi bahwa video yang beredar merupakan gabungan dari dua potongan kejadian yang berbeda dan tidak saling berkaitan,” ujar Donny dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/3).

Ia menyebut, dalam bagian video yang menampilkan seorang prajurit bertemu dengan seorang pria, hasil pendalaman mengidentifikasi sosok tersebut sebagai Koptu YP dari satuan Puspalad. Yang bersangkutan kini telah diamankan oleh Provost untuk proses pemeriksaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Koptu YP mengakui telah membeli dan menggunakan narkotika. Hal tersebut diperkuat dengan hasil tes urine yang menunjukkan hasil positif.

“Saat ini yang bersangkutan telah ditahan di satuannya dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI,” tegas Donny.
Sementara itu, potongan video lain yang menampilkan kendaraan dinas Kostrad dengan pengemudi bernama Pratu Laode dipastikan merupakan kejadian terpisah. Dari hasil pemeriksaan sementara, yang bersangkutan mengaku berada di lokasi untuk keperluan pribadi dan tidak terkait dengan dugaan aktivitas dalam video sebelumnya.

Meski demikian, pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan secara internal. TNI AD menegaskan akan menindak tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Donny juga mengecam keras tindakan oknum tersebut dan menegaskan komitmen institusinya dalam memberantas penyalahgunaan narkotika di lingkungan militer.

“Tindakan tersebut merupakan perbuatan oknum yang tidak mencerminkan nilai-nilai keprajuritan. TNI AD tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran, khususnya yang berkaitan dengan narkotika,” ujarnya.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa penegakan disiplin dan integritas di lingkungan militer terus menjadi prioritas, seiring komitmen untuk menjaga profesionalisme institusi di tengah sorotan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *