FYP NEWS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah terus menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai dukungan sekaligus kritik terhadap pelaksanaannya, Ketua Dewan Perwakilan Sumatera Aliansi Wartawan Nasional Indonesia, Rizkan Al Mubarrok, menyampaikan pandangan tegas bahwa upaya negara memberi makan rakyat merupakan agenda besar yang seharusnya dijaga bersama.
Menurut Rizkan, program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Negara yang kuat adalah negara yang memastikan rakyatnya tidak kelaparan. Jika pemerintah sedang berjuang memberi makan rakyatnya, maka seharusnya seluruh elemen bangsa mendukung, bukan justru mengganggu,” ujarnya.
Program makan bergizi gratis sendiri merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintahan Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi generasi muda Indonesia.
Tiga Pilar Kesejahteraan Rakyat
Rizkan menegaskan bahwa kesejahteraan bangsa berdiri di atas tiga pilar utama yang tidak boleh diabaikan oleh negara.
- Pertama, memastikan rakyat tidak kelaparan.
Ketersediaan pangan dan gizi yang cukup, menurutnya, merupakan fondasi utama bagi lahirnya generasi yang sehat dan produktif.
- Kedua, pendidikan yang kuat dan merata.Pendidikan menjadi mesin peradaban yang menentukan masa depan bangsa.
- Ketiga, infrastruktur yang baik untuk menopang ekonomi nasional.
Infrastruktur membuka konektivitas, mempercepat distribusi, serta menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat luas.
“Jika tiga pilar ini dijaga dengan baik ,rakyat tidak lapar, pendidikan kuat, dan infrastruktur menopang ekonomi ,maka kesejahteraan bangsa akan tumbuh secara alami,” jelasnya.
Program Baik Harus Dijaga Bersama
Meski demikian, Rizkan juga mengingatkan bahwa setiap program besar pemerintah tentu tidak lepas dari tantangan dalam implementasinya. Ia mengakui kemungkinan masih terdapat kelemahan dalam proses penyaluran di lapangan.
Namun menurutnya, kelemahan tersebut bukan alasan untuk melemahkan program, melainkan harus menjadi dasar untuk memperkuat pengawasan publik.
“Mungkin masih ada kelemahan dalam penyaluran program ini. Tetapi tugas kita bersama adalah mengawasi agar program baik dari Presiden Republik Indonesia ini benar-benar sampai kepada rakyat dan tidak dikorupsi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Rizkan.
Ia menekankan bahwa pengawasan dari masyarakat, media, dan berbagai elemen sipil sangat penting agar kebijakan yang bertujuan mulia tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.
Investasi Masa Depan Bangsa
Lebih jauh, Rizkan menilai program makan bergizi gratis tidak boleh dipandang semata sebagai pengeluaran anggaran negara. Ia justru melihatnya sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia.
Banyak negara maju, kata dia, telah membuktikan bahwa kualitas sumber daya manusia dimulai dari pemenuhan gizi yang baik sejak dini.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk melihat program ini secara lebih luas ,sebagai upaya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan global.
“Memberi makan rakyat bukan sekadar kebijakan ekonomi. Itu adalah tanggung jawab moral negara,” pungkasnya.