Jakarta, 16 Maret 2026 – Fakta kebenaran terkait keaslian ijazah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali dikonfirmasi. Rismon, peneliti independen, menegaskan hasil digital forensik yang dilakukannya menunjukkan bahwa ijazah Presiden Jokowi 100% asli dan identik dengan ijazah lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) lainnya.
Pernyataan ini disampaikan Rismon setelah melakukan penelitian dan verifikasi selama tiga bulan, menggunakan metode digital forensik untuk memastikan keaslian dokumen akademik Presiden.
“Saya sudah meneliti dan menguji ijazah Jokowi secara digital forensik selama tiga bulan, dibandingkan dengan ijazah milik lulusan UGM lainnya. Hasilnya menunjukkan ijazah Jokowi identik semua sama, saya pastikan 100% asli,” ujar Rismon dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2026).
Penegasan Berdasarkan Fakta
Rismon menekankan bahwa pernyataannya bukan untuk mencari popularitas atau kepentingan pribadi. “Saya bukan Termul, saya hanya berbicara fakta yang sebenarnya,” tegasnya. Pernyataan ini sekaligus menepis berbagai isu dan fitnah yang sempat beredar di masyarakat terkait keaslian ijazah Presiden.
Selain mengonfirmasi keaslian dokumen, Rismon juga menyoroti sikap pribadi Presiden Jokowi yang tetap rendah hati dan memaafkan meski sebelumnya pernah menjadi korban fitnah. “Pak Jokowi orangnya sangat baik, is the best. Beliau tidak dendam kepada saya meskipun saya dulu sudah memfitnah; beliau memaafkan dengan tulus,” imbuhnya.
Pentingnya Transparansi dan Fakta
Kasus ini menekankan pentingnya transparansi dan verifikasi fakta dalam membangun kepercayaan publik terhadap pejabat publik. Rismon berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi masyarakat untuk menilai isu keaslian dokumen akademik Presiden secara objektif.
“Rakyat Indonesia harus tahu fakta kebenaran ini. Semua hasil penelitian sudah diverifikasi secara profesional dan ilmiah,” ujar Rismon.
Ke depan, Rismon menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan informasi faktual dan berbasis bukti, demi memperkuat budaya verifikasi di tengah arus informasi yang cepat dan terkadang menyesatkan.
Sumber: Pernyataan Rismon, Peneliti Digital Forensik