Candaan Bahlil Lahadalia soal Lailatul Qadar Tuai Sorotan, Hilmi Firdausi Ingatkan Pejabat Hati-Hati Berbicara

FYP NEWS — Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang berkelakar menyamakan Lailatul Qadar dengan momen bertambahnya kursi partai politik menuai perhatian luas di ruang publik.
Candaan tersebut cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian menganggapnya sekadar humor politik, sementara lainnya menilai pernyataan tersebut menyentuh aspek sensitif dalam ajaran agama.

Salah satu tanggapan datang dari cendekiawan Nahdlatul Ulama, Hilmi Firdausi, yang lebih dikenal sebagai Gus Hilmi Firdausi. Ia mengingatkan agar para pejabat publik lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, khususnya ketika berkaitan dengan simbol atau konsep yang dianggap sakral dalam Islam.

Menurutnya, Lailatul Qadar merupakan malam yang memiliki kedudukan sangat mulia bagi umat Muslim karena diyakini sebagai malam turunnya Al-Qur’an dan memiliki nilai ibadah yang lebih baik dari seribu bulan.
Karena itu, ia menilai konsep tersebut tidak pantas dijadikan bahan candaan, terlebih oleh tokoh publik yang memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat.
“Pejabat publik sebaiknya lebih berhati-hati dalam berbicara, terutama terkait hal yang dianggap sakral dalam agama,” ujar Gus Hilmi dalam tanggapannya yang beredar di media sosial.

Perbincangan mengenai pernyataan tersebut terus bergulir di ruang publik. Sebagian pihak melihatnya sebagai pengingat penting bahwa komunikasi politik di ruang publik perlu mempertimbangkan sensitivitas sosial dan religius masyarakat Indonesia yang sangat beragam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *