FYP NEWS – Peristiwa nahas di jalur Subang–Sadang, Kabupaten Subang, yang merenggut nyawa Uun Karniah (34), kini menjelma menjadi sorotan nasional. Bukan hanya karena kehilangan satu nyawa, tetapi karena absennya empati dari pihak yang seharusnya bertanggung jawab.
Sikap tegas ditunjukkan oleh Dedi Mulyadi. Gubernur Jawa Barat itu secara terbuka meluapkan kekecewaannya setelah mengetahui bahwa hingga saat ini, pihak pemilik truk belum juga menunjukkan itikad baik—bahkan sekadar permintaan maaf pun tidak.
“Satu rupiah pun belum? Bahkan minta maaf juga belum?” ucapnya dengan nada geram, mencerminkan kegelisahan publik yang semakin meluas.
Saat meninjau langsung lokasi kejadian, Dedi menyaksikan sendiri kehancuran total warung kelontong 24 jam yang menjadi sumber penghidupan keluarga korban. Lebih menyayat hati, suami almarhumah harus menghadapi kehilangan tanpa adanya dukungan moral maupun materi dari pihak penabrak.
Padahal, proses hukum telah berjalan. Sopir dan kenek truk sudah diamankan di Polres Subang. Namun, langkah hukum semata tidak cukup jika tidak diiringi tanggung jawab moral dari pemilik kendaraan.
Dalam situasi penuh duka itu, Dedi Mulyadi mengambil langkah konkret. Ia memberikan bantuan pribadi sebesar Rp25 juta kepada keluarga korban ,sebuah tindakan yang bukan hanya simbol empati, tetapi juga tamparan keras bagi pihak yang memilih diam.
“Sudah kehilangan istri, masih harus menanggung biaya sendiri. Ini tidak manusiawi,” tegasnya.
Kasus ini kini memantik gelombang kemarahan publik. Di berbagai platform media sosial, warganet ramai mengecam sikap pemilik truk yang dinilai lepas tangan dan tidak berperikemanusiaan.
Tragedi ini menjadi pengingat keras: di balik setiap kecelakaan, ada tanggung jawab yang tidak bisa dihindari ,bukan hanya di mata hukum, tetapi juga di hadapan nurani.