Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengingatkan seluruh pimpinan badan usaha milik negara (BUMN) serta jajaran manajemen Danantara agar tidak bermain-main dengan laporan keuangan.
Peringatan tegas tersebut disampaikan Prabowo dalam acara syukuran satu tahun berdirinya Danantara pada Rabu, 11 Maret 2026. Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa dirinya tidak ingin lagi menerima laporan yang dimanipulasi atau disusun hanya untuk menyenangkan pimpinan.
Menurut Prabowo, praktik laporan yang tidak transparan justru merusak tata kelola perusahaan negara dan berpotensi merugikan kepentingan rakyat.
“Saya minta jangan main-main lagi dengan saya. Jangan ada laporan palsu, laporan yang hanya menyenangkan supaya bisa akal-akalan,” kata Prabowo di hadapan jajaran pimpinan Danantara dan BUMN, Rabu (11/3/2026).
Presiden menyampaikan peringatan itu secara terbuka karena Danantara memegang tanggung jawab besar dalam pengelolaan kekayaan negara. Lembaga tersebut merupakan konsolidasi berbagai aset strategis milik bangsa yang memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian nasional.
Karena itu, Prabowo menegaskan bahwa tata kelola yang transparan, akuntabel, dan profesional harus menjadi prinsip utama dalam menjalankan perusahaan negara.
Langkah ini sekaligus menjadi pesan kuat dari Presiden agar pengelolaan aset negara dilakukan secara bersih, jujur, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Tag SEO yang cocok untuk berita ini:
Prabowo Subianto, Danantara, BUMN, laporan keuangan BUMN, peringatan Presiden Prabowo, tata kelola BUMN, transparansi BUMN, aset negara, ekonomi Indonesia, pemerintah Indonesia, manajemen BUMN, pidato Prabowo