Pemerintah Siapkan Fasilitas Penyimpanan Minyak Mentah, Target Cadangan Energi Tiga Bulan

0
1772987140636

FYP NEWS – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar pemerintah segera membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah (storage) sebagai langkah strategis memperkuat cadangan energi nasional.
Arahan tersebut disampaikan melalui pernyataan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, yang menekankan bahwa ketersediaan cadangan energi tidak hanya soal stok, tetapi juga lokasi penyimpanan yang memadai.
“Jadi kita tidak bisa katakan lah, teman-teman menganggap harus stok 60 hari. Mau isi taruh di mana? Kita tidak punya storage. Makanya sekarang arahan Bapak Presiden segera kita membangun storage. Jadi bukan kita tidak punya cadangan untuk mengisi minyak. Tapi sekarang mau taruh di mana?” ujar Bahlil.

Cadangan Energi Ditingkatkan hingga Tiga Bulan

Pembangunan fasilitas penyimpanan baru ini ditujukan untuk meningkatkan cadangan energi nasional hingga mencapai tiga bulan, sekaligus menjaga pasokan BBM bagi masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Beberapa alternatif lokasi penyimpanan telah dipersiapkan, termasuk wilayah Sumatra.
Bahlil menambahkan bahwa meski pasokan energi nasional saat ini masih aman, pemerintah tetap mewaspadai dampak konflik global terhadap pasokan energi. Salah satu strategi mitigasi yang dilakukan adalah diversifikasi sumber impor minyak mentah, termasuk membeli BBM dari Asia Tenggara untuk mengurangi ketergantungan terhadap Timur Tengah.
“Kalau menyangkut LPG nggak ada masalah. Jadi relative clear lah. Kalau menyangkut BBM yang kita impor kan tinggal bensin. Dan itu kita belinya di Asia Tenggara, tidak ada di Middle East. Jadi relatif insya Allah clear,” jelasnya.

Kebutuhan Storage Baru Diperkirakan Fantastis

Praktisi senior industri migas, Hadi Ismoyo, memperkirakan Indonesia membutuhkan 56 unit tangki minyak baru dengan kapasitas masing-masing 2 juta barel untuk menambah cadangan BBM dari 20 hari menjadi 90 hari.
Proyeksi biaya pembangunan 56 tangki tersebut diperkirakan mencapai Rp378,65 triliun, yang sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *