FYP NEWS — Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara (DEKKAN) melakukan langkah strategis dalam memperkuat hubungan budaya serumpun antara Indonesia dan Malaysia melalui kunjungan delegasi kebudayaan Nusantara ke Kerajaan Sumedang Larang, Jawa Barat, Senin (3/3/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh tokoh budaya dari Johor Bahru, Malaysia, Puteri Tujuh, yang datang bersama delegasi untuk melakukan silaturahmi sekaligus membangun kerja sama kebudayaan Nusantara antara kedua negara.
Rombongan delegasi disambut secara langsung oleh pihak Kerajaan Sumedang Larang, termasuk raja atau sultan beserta keluarga kerajaan, mulai dari permaisuri hingga para pangeran. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dalam suasana adat istiadat kerajaan yang sarat nilai sejarah dan tradisi.
Komitmen Melestarikan Budaya Serumpun
Sekretaris Jenderal DEKKAN, Pangeran Muda Kerajaan Parigi, YM Paduka Tuan Andi Muhammad Oza Tagunu, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan budaya antara masyarakat Nusantara di dua negara.
Menurutnya, kerja sama antara DEKKAN dengan organisasi dari Malaysia, yakni Pertubuhan Pengawas Usahawan Muda Johor, bertujuan membangun komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Nusantara yang memiliki akar sejarah yang sama.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan budaya Nusantara antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus menjaga warisan adat yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.
Pertukaran Cendera Mata dan Wisata Budaya
Setelah prosesi penyambutan, acara dilanjutkan dengan pertemuan antara delegasi Malaysia dan keluarga Kerajaan Sumedang Larang. Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan dan kerja sama budaya.
Delegasi juga diajak menyaksikan berbagai kekayaan budaya lokal, mulai dari pameran kerajinan batik, sajian makanan tradisional, hingga hasil perkebunan khas daerah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan museum pribadi Kerajaan Sumedang Larang yang menyimpan berbagai benda pusaka kerajaan yang hingga kini masih terawat dengan baik.
Agenda Kerja Sama Ekonomi dan Pariwisata
Selain kerja sama kebudayaan, kedua pihak juga membahas rencana kerja sama yang lebih luas, termasuk peluang perdagangan dan pengembangan pariwisata budaya.
Dalam waktu dekat, direncanakan akan digelar pertemuan lanjutan antara Kerajaan Sumedang Larang dan Puteri Tujuh selaku pimpinan The Heart of Nusantara.
Pertemuan tersebut dijadwalkan bertepatan dengan momentum Hari Kunjungan Wisata Kerajaan Malaysia yang akan berlangsung pada Desember 2026 mendatang.
Melalui kerja sama ini, diharapkan hubungan budaya, ekonomi, dan pariwisata antara komunitas kerajaan dan masyarakat adat Nusantara di Indonesia dan Malaysia dapat semakin erat serta memberikan manfaat bagi kedua negara.