Masjid dan Ketahanan Bangsa: Wamenhan Donny Ermawan Terima Audiensi Pemuda Masjid Dunia Bahas Ancaman Ideologi dan Disinformasi

FYP NEWS – Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Donny Ermawan Taufanto, menerima audiensi delegasi Pemuda Masjid Dunia di Kantor Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Jumat (27/2). Pertemuan ini bukan sekadar agenda silaturahmi kelembagaan, tetapi menjadi ruang dialog strategis mengenai peran masjid dalam memperkuat stabilitas keamanan nasional dan ketahanan ideologi bangsa.

Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan Pemuda Masjid Dunia menyampaikan komitmen mereka untuk menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya dalam menghadapi tantangan pertahanan modern yang semakin kompleks. Ancaman terhadap negara saat ini tidak lagi semata berbentuk konflik fisik atau militer, tetapi juga muncul dalam wujud disinformasi, manipulasi digital, radikalisme, hingga ekstremisme ideologis yang dapat menggerus persatuan bangsa.

Menurut delegasi Pemuda Masjid Dunia, masjid memiliki posisi strategis sebagai pusat pembinaan umat dan ruang edukasi sosial yang mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi digital, masjid dapat berperan sebagai benteng moral dan intelektual yang memperkuat nilai kebangsaan, moderasi beragama, serta ketahanan sosial masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Wamenhan Donny Ermawan Taufanto menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dibangun para pemuda masjid. Ia menegaskan bahwa konsep pertahanan negara di era modern menuntut keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk komunitas keagamaan dan generasi muda.
“Pertahanan negara bukan hanya tugas militer atau pemerintah semata, tetapi tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa. Peran pemuda, termasuk komunitas masjid, sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat ketahanan ideologi nasional,” ujar Donny.

Ia juga menekankan bahwa ancaman nonfisik ,seperti propaganda digital, polarisasi sosial, dan penyebaran ideologi ekstrem menjadi tantangan serius bagi negara di era informasi. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan lembaga keagamaan menjadi kunci dalam membangun sistem pertahanan yang adaptif dan berkelanjutan.
Pertemuan tersebut mencerminkan pendekatan baru dalam strategi pertahanan nasional Indonesia yang tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga pada ketahanan sosial, budaya, dan ideologi masyarakat.
Dengan melibatkan generasi muda dan komunitas keagamaan sebagai mitra strategis, pemerintah berharap tercipta ekosistem pertahanan yang lebih inklusif di mana kesadaran menjaga bangsa tumbuh dari akar masyarakat.
Audiensi antara Kemhan dan Pemuda Masjid Dunia ini sekaligus menegaskan bahwa masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang peradaban yang mampu berkontribusi dalam menjaga persatuan, stabilitas, dan masa depan bangsa Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *